“COVID-19 will reshape our world. We don’t yet know when the crisis will end. But we can be sure that by the time it does, our world will look very different.”

Josep Borell

Wakil Presiden Komisi Eropa

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan

Pandemi COVID-19 memang merubah segala sesuatu, bahkan Josep Borell mengatakan bahwa pandemi ini membentuk ulang tatanan dunia. Meskipun pandemi ini belum selesai, paling tidak kita dapat melihat banyak inovasi yang dihasilkan, baik itu dalam bidang ekonomi, sosial budaya, teknologi, keamanan maupun kesehatan. Sebagai contoh, kita melihat bahwa sekarang banyak perusahaan-perusahaan yang dapat menerapkan bekerja dari rumah (Work From Home) dengan memanfaatkan teknologi video conference dan workspace platform yang sekarang menjamur, seperti Zoom, Google Workspace, Microsoft Teams, dan lain-lain. Tidak sampai di sana, perusahaan-perusahaan pun berinovasi dengan menghadirkan platform yang mudah diakses oleh konsumen untuk menghadirkan layanan konsumen yang lebih mudah dijangkau di masa pandemi seperti ini. Tentunya hal-hal tersebut belum pernah terpikirkan di masa-masa sebelum pandemi ini terjadi.

 

Perubahan-perubahan ini tentunya harus direspon oleh dunia pendidikan dan oleh Sekolah Kristen Kalam Kudus Malang. Pandemi memaksa sekolah untuk menghentikan aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah. Hal ini membuat sekolah memikirkan berbagai macam cara untuk melanjutkan aktivitas pembelajaran tanpa tatap muka bersama di sekolah. Dimulai dari pembekalan guru mengenai pembelajaran blended, guru-guru di sekolah berusaha untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak bergantung pada proses tatap muka. Pemanfaatan aplikasi video conference (Zoom, Google Meet dan sebagainya) dan Learning Management System (Edmodo, Neo LMS dan sebagainya) dalam proses belajar mengajar menjadi salah satu poin penting dalam proses belajar mengajar di masa pandemi ini. Penggunaan video pembelajaran dan penugasan mandiri murid juga membantu guru dalam memberikan pembelajaran untuk mengatasi periode tatap muka online yang tidak bisa berlangsung panjang. Selain itu, sekolah juga teruse berkomitmen untuk membina kerohanian murid dengan menjalankan ibadah dan konseling secara online. Tentunya sekolah dan guru-guru akan terus berusaha untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan yang sesuai di masa pandemi ini tanpa mengurangi nilai-nilai yang bermanfaat untuk murid.

 

Sekolah menyadari bahwa hal-hal di atas tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dan kerja sama dari orang tua murid. Orang tua sangat berperan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan menyediakan peralatan yang mendukung anaknya untuk mengikuti pembelajaran dari rumah. Selain itu, keberhasilan pembelajaran dengan metode blended akan sangat bergantung pada kedisiplinan dan kemandirian murid. Dalam mengikuti sesi online conference, murid diharapkan tetap dapat mengikuti peraturan-peraturan seperti di kelas dan tetap aktif di dalam diskusi. Dalam mengikuti kegiatan lainnya, murid memiliki kebebasan untuk menentukan waktu sendiri untuk mempelajari materi dari video pembelajaran dan mengerjakan tugas mandiri. Kebebasan dan kedisiplinan tentunya adalah seperti dua sisi koin yang tidak dapat dipisahkan. Kita tentu juga harus bersyukur karena kemandirian juga merupakan nilai inti dari sekolah kita dan hal itu akan semakin terasah di masa pandemi ini.

 

Akhir kata, Firman Tuhan mengatakan bahwa segala sesuatu bekerja untuk kebaikan orang percaya. Kita percaya bahwa Tuhan mengizinkan pandemi ini terjadi untuk mendorong setiap kita untuk menjadi semakin maju dan semakin berkembang. Tugas kita adalah percaya bahwa Tuhan merancangkan yang terbaik, bahkan di masa-masa yang terburuk sekalipun. Mari kita kerjakan setiap bagian kita dengan baik dan berharap pada-Nya selalu. Amin.