Surat Untuk Sahabat

Surat Untuk Sahabat

Dear sahabatku,

Sepertinya aku agak bingung nih mulai dari mana, karena rasanya penat sekali hari-hari yang kujalani. Mungkin pergumulan kita mirip-mirip ya di masa pandemi seperti ini, tetapi aku mau curhat kepadamu sahabat.

Seperti yang tadi aku katakan, aku cukup penat karena makin hari virus makin menyebar dimana-mana, bahkan aku mendengar hampir setiap hari ada rekan dan sahabat yang sakit lalu meninggal. Belum lagi ditambah dengan kesibukan bekerja dari rumah. Kelihatannya enak ya, tapi konsentrasi sangat terpecah, apalagi ada anak kecil di rumah. Ampun, rasanya gado-gado banget. Kalau sedang banyak tugas, anak di rumah rewel, ah bikin darah rendahku jadi normal bahkan naik jadi darah tinggi. Belum lagi dengan pergumulan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ditambah kalau kondisi lagi lelah, suami juga lelah, cekcok tidak bisa dihindarkan. Begitulah kira-kira kondisiku saat ini.

Tapi kadang aku berpikir, kondisi ini ada baiknya juga ya. Dulu aku bukan orang yang menguasai teknologi, tapi dengan kondisi ini, mau gak mau aku harus belajar yang namanya teknologi. Aku bukan orang gaptek lah sekarang. Enaknya lagi, jaman sekarang, meski hanya di rumah, pekerjaan tetap dapat dilakukan, pesan makanan dan belanjaan juga mudah. Tinggal klik smartphone, jadi deh. Selain itu, bersyukur juga bisa bareng dengan keluarga 24 jam, apalagi kalau sama-sama WFH (Work From Home). Waktu bersama keluarga jadi lebih banyak. Enak buat kamu nih yang sedang punya anak balita, bisa kerja sambil jagain anak di rumah. Bisa melihat perkembangan mereka.

Setiap peristiwa selalu ada hal positif dan negatif, selalu ada kesempatan dan tantangan, selalu ada suka dan duka. Dari hal ini, aku pribadi mau belajar untuk berserah kepada Allah dan berusaha memberikan yang terbaik dari setiap apa yang dipercayakan. Sudah. Cukup. Aku hanya bisa menyerahkan segala pergumulan ini kepada-Nya. Dia sangat tahu apa yang aku alami dan kamu alami. Dia juga tahu apa yang akan terjadi pada masa depan hidup kita. Dia tahu apa yang terbaik untuk kita, karena Dia adalah Allah yang menciptakan kita.

Satu ayat yang sangat menguatkanku hari-hari ini adalah Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Ayo, kamu juga harus kuat ya! Ingat, Allah ada bersama kita. Kalau kita kuat, maka kita bisa bawa kebahagiaan di rumah, lalu pasangan serta anak-anak pun akan ikut bahagia. Makin dalam deh cinta mereka.

Oke, sampai disini dulu ya curhatku hari ini. Kudoakan kamu kuat dan selalu happy dalam menjalani hari-hari yang Allah percayakan.

 

Salam sayang,

Sabahatmu

Oleh : Miss Oktarina (Ko. Kerohanian Unit KB – TK – SD)

Leave a Reply

Your email address will not be published.